candra

kenapa harus taku pada matahari

11.23

pengertian http dan https

Diposkan oleh ovatezia

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.

Contohnya bila kita mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser maka web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang diminta oleh web browser. Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk ditampilkan kepada kita.

Sementara HTTPS (Securre HTTP) merupakan bentuk protokol yang aman karena segala perintah dan data yang lewat protokol ini akan diacak dengan berbagai format sehingga sulit untuk dibajak isinya maupun dilihat perintah-perintah yang dieksekusi.




22.55

sistem bilangan

Diposkan oleh ovatezia

Adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan menggunakan basis (base / radix) tertentu yang tergantung dari jumlah bilangan yang digunakan. Konsep Dasar Sistem Bilangan Suatu sistem bilangan, senantiasa mempunyai Base (radix), absolute digit dan positional (place) value.Jenis-Jenis Sistem BilanganSuatu sistem komputer mengenal beberapa sistem bilangan, seperti :

  1. Sistem Bilangan Desimal (Decimal Numbering System).
  2. Sistem Bilangan Biner (Binary Numbering System).
  3. Sistem Bilangan Octal (Octenary Numbering System).
  4. Sistem Bilangan Hexadesimal (Hexadenary Numbering System).
  5. KonversiBilangan


Setiap angka pada suatu sistem bilangan dapat dikonversikan (disamakan/diubah) ke dalam sistem bilangan yang lain. Di bawah ini dibuat konversi (persamaan) dari 4 sistem bil. yang akan dipelajari :

Dari Desimal Ke Biner, Oktal Dan Hexa

Bilangan Desimal -> basis 10 dengan digit : 0,1,2 ... , 9

Contoh penulisan -> 743 D, 743(10) , 743(D), 743(d), dll.

Konversi dari bilangan D ke B, O dan H dengan cara membagi bilangan D dengan basis bilangan masing-masing hingga :

sisa akhir £basis -> tidak dibagi lagi

Bilangan sisa pembagian diambil dari bawah ke atas.

Dari Oktal Ke Desimal,Biner Dan Hexa

Bilangan Desimal -> basis 8 dengan digit : 0,1,2 ... , 7

Contoh penulisan -> 743 O, 743(8) , 743(O), 743(o), dll.

O ->D O -> B 0 -> H

dari kanan ke kiri place-value dikalikan dengan absolut digit bil. oktal awal. Setiap 1 (satu) bil oktal dijadikan kelompok bil. biner yang terdiri atas 3 digit. Tidak ada cara langsung mengubah oktal ke biner. Dapat dilakukan melalui biner atau desimal.

Dari Hexa Ke Desimal, Oktal Dan Biner

Bilangan Desimal -> basis 16 dengan digit : 0 - 9 dan A - E

Contoh penulisan -> 743 H, 743(16) , 743(H), 743(h), dll.

Konversi dari bilangan :

dari kanan ke kiri place-value dikalikan dengan absolut digit bil. hexa awal. Setiap 1 (satu) bil. hexa dijadikan kelompok bil. biner yang terdiri atas 4 digit. Tidak ada cara langsung mengubah hexadecimal ke oktal. Dapat dilakukan melalui biner atau desimal.

oprasi arithmatika

Operasi aritmatika yang dilakukan diantaranya : penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pangkat, akar, dsb. Operasi Arithmatika yang dibahas hanya perkalian dan penjumlahan




21.54

pengertian dasar logika dan algoritma

Diposkan oleh ovatezia

LOGIKA DAN ALGORITMA

Diperkenalkan Oleh Ahli Matematika : Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi.

Definisi Algoritma

  1. Langkah- langkah yg dilakukan agar solusi masalah dapat diperoleh.
  2. Suatu prosedur yg merupakan urutan langkah-langkah yg berintegrasi.
  3. Suatu metode khusus yg digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah yg nyata.(Webster Dictionary)

  1. Ada Output,
  2. Efektifitas dan Efesiensi,
  3. Jumlah Langkahnya Berhingga,
  4. Berakhir, à ( SEMI ALGORITMA )
  5. Terstruktur,

Suatu Algoritma yg terbaik (The Best) : “ Suatu algoritma harus menghasilkan output yg tepat guna (efektif) dlm waktu yg relatif singkat & penggunaan memori yg relatif sedikit (efesien) dgn langkah yg berhingga & prosedurnya berakhir baik dlm keadaan dip’oleh suatu solusi ataupun tdk ada solusinya. “

Contoh : Sebuah

prosedur ketika akan mengirimkan surat kepada

teman:

  1. Tulis surat pada secarik kertas surat
  2. Ambil sampul surat atau amplop
  3. Masukkan surat ke dalam amplop
  4. Tutup amplop surat dengan lem perekat
  5. Tulis alamat surat yg dituju, jika tdk ingat, lebih dahulu ambil buku alamat & cari alamat yg dituju, lalu tulis alamat tsb pd amplop surat.
  6. Tempelkan perangko pada amplop surat
  7. Bawa surat ke kantor pos utk diserahkan pd pegawai pos atau menuju ke bis surat untuk memasukkan surat ke dlm kotak/bis surat.

Sebuah prosedur untuk masalah menentukan akar kuadrat dari suatu bilangan Bulat Positif yg di Input :

Baca bilangan Bulat Positif yg diinput, sebut saja sebagai A

  1. Dinyatakan Nilai B adalah 0
  2. Hitung Nilai C yg berisikan Nilai B dikalikan Nilai B
  3. Jika Nilai C sama dengan Nilai A, maka Nilai B adalah Akar dari Nilai A, lalu stop.
  4. Jika tidak, maka Nilai B akan bertambah 1
  5. Kembali ke langkah pada No. 3

TAHAPAN ANALISA ALGORITMA

  1. Bagaimana merencanakan suatu algoritma.
  2. Bagaimana menyatakan suatu algoritma

Dengan bahasa semu (pseudocode),

Contoh :

  1. Untuk menghitung Luas Segi tiga :
  2. Masukan Nilai Alas
  3. Masukan Nilai Tinggi
  4. Hitung Luas =( Alas * Tinggi ) / 2
  5. Cetak Luas

Dengan diagram atau flowchart.

contoh :


Dengan Statement program / penggalan

Program

Contoh :

  1. Read AlasDaftar Bernomor
  2. Read Tinggi
  3. Luas=(Alas * Tinggi)/2
  4. Write(Luas)
  5. Bagaimana validitas suatu algoritma.
  6. Bagaimana Menganalisa suatu Algoritma.
  7. Bagaimana Menguji Program dari suatu Algoritma.

Tahap Proses uji Algoritma :

  1. Fase Debugging,
  2. Fase Profilling,

Analisis Suatu Algoritma

(Untuk melihat faktor efesiensi & efektifitas dari algoritma

tersebut), Dapat dilakukan terhadap suatu algoritma dengan

melihat pada :

Waktu Tempuh (Running Time) dari suatu Algortima.
Hal- hal yang dapat mempengaruhi daripada waktu tempuh adalah :
  1. Banyaknya langkah.
  2. Besar dan jenis input data.
  3. Jenis Operasi.
  4. Komputer dan kompilator
  5. Jumlah Memori Yang Digunakan.

Sifat - Sifat Algoritma

Banyaknya Langkah Instruksi Harus Berhingga,

Langkah atau Instruksi harus Jelas,

Proses harus Jelas dan mempunyai batasan,

Input dan Output harus mempunyai Batasan,

Efektifitas,

Adanya Batasan Ruang Lingkup,

Latihan : (Gunakan Bahasa sehari-hari / Pseudocode )

  1. Buat langkah untuk melakukan penggantian ban mobil yang pecah ( tanpa ada masalah / Syarat ) :
  2. Dari Soal diatas dikembangkan kembali ,mis : bila ban serep kempes atau ban serep bocor :
  3. Buat langkah yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari :

17.47

tutorial ArchiCAD 10

Diposkan oleh ovatezia








ArchiCAD 10
Selamat datang di ArchiCAD 10! Ini adalah versi paling baru
dan terkini dari sebuah program/perangkat lunak berorientasi objek 3D (tiga dimensi) yang sangat luas digunakan oleh para arsitek, desainer interior, dan mereka yang terlibat dalam dunia rancang-bangun untuk menghasilkan karya desain yang optimal dan terbaik. ArchiCAD 10 telah \ dirilis sejak sekitar kuartal kedua tahun 2006 dan terus menuai respons positif dari mereka -baik individu/freelance maupun perusahaan- yang bergelut di bidang desain arsitektur.
Tampilan Pembuka ArchiCAD 10
Bab ini akan memperkenalkan kepada Anda fitur-fitur terbaik yang hadir di rilis paling anyar ini. Banyak perubahan
besar yang dilakukan pada versi 10 sehingga kerja Anda akan menjadi jauh lebih mudah dan praktis. Bahkan sebuah
statement dari salah satu firma Arsitek terkenal di Amerika yang juga pengguna ArchiCAD -dalam website resmi
Graphisoft- menyebutkan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi hingga mencapai 40%-50% dibanding menggunakan
versi terdahulu. Pembahasan khusus dalam bab ini menggunakan versi 10. Pada bab-bab selanjutnya akan digunakan versi 9. Namun, bagi Anda yang masih menggunakan ArchiCAD versi 8.1 ke bawah, tidak usah berkecil hati karena Anda masih bisa menggunakan sebagian tip dan trik yang disajikan dalam buku ini. Untuk selanjutnya silakan menyimak fitur-fitur terbaru ArchiCAD 10 yang akan langsung disajikan mulai
dari Trik 1 berikut ini.
Struktur Menu Baru
ArchiCAD 10 menghadirkan perbaruan struktur pada bagian Menubar. Tujuannya untuk memberikan kemudahan mengakses perintah-perintah yang telah dikategorikan ke dalam masing-masing grup dan subgrup-nya. Misalnya, menu
Design berisi item-item perintah yang paling sering digunakan ketika bekerja, baik di lembar Floor plan, Section/
Elevation, maupun jendela 3D. Sedangkan menu View berisi perintah-perintah
yang sering Anda gunakan untuk melihat
tampilan gambar/project di jendela 3D. Jadi, Anda tidak akan menemui lagi menu Image yang biasanya sering digunakan
untuk membuat tampilan aksonometri maupun perspektif eksterior dan interior. Anda yang belum terbiasa mungkin
akan memerlukan sedikit waktu untuk beradaptasi dengan tampilan baru menu ArchiCAD 10 ini.
Gambar 1.2. Tampilan Menubar Baru ArchiCAD 10
Gambar 1.3. Mengakses Axonometry dan Perspective
Melalui Menu View

Scrollbar di Toolbox dan Info Box
Ada perubahan lain yang cukup menonjol dilakukan
ArchiCAD 10, yaitu hadirnya Scrollbar pada bagian panel
Toolbox dan Info Box. Tujuannya tentu untuk memudahkan
Anda menelusuri infomasi-informasi lain yang tersembunyi
pada kotak-kotak panel tersebut. Posisi Scrollbar ini biasanya
di sebelah kanan panel atau di bagian bawah jika panel dalam

posisi melebar secara horizontal, misalnya panel Info Box.
Jika Anda tidak menemukan Scrollbar ini, lakukan teknik
berikut. Arahkan mouse mendekati kotak panel bagian kanan
atau bawah dan tarik mouse untuk melebarkan ukuran panel
tersebut, maka Scrollbar akan muncul.
8Memunculkan Scrollbar

Floor Plan dan Section Attributes
Langsung di Panel Info Box
Trik ini masih berhubungan dengan Trik 2 di atas. Jika Anda
menarik mouse untuk membesarkan ukuran panel Info Box,
sesungguhnya Anda akan mendapati bahwa informasi Floor
Plan dan Section Attributes akan muncul langsung di panel
ini persis sama lengkapnya dengan yang ada di kotak dialog
Tool Settings

Floor Plan and Section Attributes Muncul

di Panel Info Box
Jadi, kini tentu saja menjadi lebih mudah untuk melakukan
pengeditan parameter Floor Plan dan Section Attributes
langsung di panel Info Box.


Informasi Elemen Konstruksi
Langsung di Jendela Floor Plan
Pada versi-versi terdahulu jika Anda lupa dengan parameter
elemen konstruksi yang telah dibuat di jendela Floor Plan
dan sekadar ingin melihat kembali informasi tersebut, Anda
harus melakukan seleksi terhadap elemen yang dimaksud
kemudian membuka kembali kotak dialog setting-nya di
panel Info Box, baru parameternya bisa diketahui. Sungguh
merepotkan dan kurang praktis.
Kini permasalahan ini tidak akan mengganggu lagi.
ArchiCAD 10 memberikan informasi parameter elemen
konstruksi tersebut langsung di jendela Floor Plan. Informasi
ini biasa disebut dengan Info Tag. Caranya pun cukup
sederhana. Anda tinggal mengaktifkan ikon Arrow Tool
di panel Toolbox lalu pilih Quick Selection di
panel Info Box. Kemudian arahkan kursor ke elemen
konstruksi yang ingin diketahui parameternya. Ingat, objek
tidak usah dipilih atau seleksi. Tunggu beberapa saat, secara
otomatis ArchiCAD akan menyajikan informasi parameter
elemen konstruksi tersebut plus objek akan di-highlight
dengan warna tertentu cukup tebal pada bagian outline-nya.
Informasi yang disajikan ini pun cukup lengkap, mulai dari
jenis elemen konstruksinya, struktur komposit (garis arsiran
elemen), posisi elevasi, ukuran/dimensi elemen, dan layernya.

Informasi Parameter Elemen Konstruksi di Floor Plan
Jika Anda telanjur melakukan seleksi terhadap elemen
konstruksi, sebenarnya pun tidak menjadi masalah karena
kotak informasi (info tag) tetap akan muncul.
Gambar 1.7. Elemen Konstruksi dalam Keadaan
Terseleksi
8
5
Info Tag di Jendela 3D
Untuk menyempurnakan manfaat dan kemudahan fitur Info
Tag bagi penggunanya, ArchiCAD 10 juga memberikan
informasi elemen atau info tag ini langsung di jendela 3D.
Jadi, buat Anda yang sering berinteraksi dengan lembar kerja
3D sebagai umpan balik desain denah di jendela Floor Plan,
jelas info tag ini akan sangat membantu.
Caranya, buka jendela 3D. Anda tinggal mengaktifkan ikon
Arrow Tool di panel Toolbox lalu pilih Quick Selection di
panel Info Box. Arahkan kursor ke elemen konstruksi yang
ingin diketahui parameternya. Tunggu beberapa saat, secara
otomatis ArchiCAD akan menyajikan kotak info tag-nya.
Gambar 1.8. Info Tag di Jendela 3D
9
6
Info Tag yang Cerdas
Sungguh cerdas kotak info tag yang muncul memberikan
informasi dari elemen konstruksi yang ingin diketahui
parameternya. Anda sudah merasakan sendiri manfaat dan
kemudahannya sehingga tidak direpotkan lagi untuk sekadar
melihat kembali parameter objek bersangkutan sebelum
melakukan operasi penggambaran/pengeditan selanjutnya.
Masih ada keistimewaan lain dari kotak info tag ini. Ia
sanggup membedakan elemen konstruksi yang saling
”bertumpuk” satu sama lain. Dengan kata lain, kotak info tag
akan memberitahukan Anda adanya lebih dari satu elemen di
area gambar yang Anda tunjuk dengan mouse. Info tag akan
menandai banyak objek ini dengan memberikan informasi
”Multiple Elements”.
Gambar 1.9. Info Tag Cerdas Menandai Adanya
Multiple Elements
10
Cukup tekan tombol TAB pada keyboard untuk berpindah
(switch) dari elemen konstruksi yang satu ke yang lainnya.
Secara otomatis kotak info tag akan memberikan informasi
parameter yang berbeda sesuai elemen konstruksi yang terhighlight.
Untuk Anda ketahui, fitur info tag cerdas ini juga berlaku di
jendela 3D. Jika Anda mengarahkan mouse pada area gambar
di mana terdapat lebih dari satu elemen konstruksi, kotak
info tag yang muncul akan menginformasikan teks ”Multiple
Elements”.
Gambar 1.10. Info Tag Cerdas Menandai Adanya
Multiple Elements di Jendela 3D
11
7
Mengatur Tampilan Seleksi
dan Informasi Elemen
Mengatur tampilan seleksi dan informasi elemen di sini
maksudnya adalah bahwa Anda diberi kebebasan untuk
memilih jenis warna, baik outline maupun surface untuk
bagian seleksi, mengatur warna highlight outline objek ketika
terkena kursor, berapa detik highlight atau pun informasi
elemen (info tag) muncul dan pengaturan-pengaturan
lainnya.
Gambar 1.11. Pemilihan Warna untuk Tampilan Seleksi
Objek
12
Gambar 1.12. Mengatur Opsi Informasi Elemen
(Info Tag)
Sedangkan pada bagian Element Information, di pilihan opsi
Highlight appears after, Anda bisa memasukkan angka
berapa lama (dalam detik) tampilan highlight color akan
muncul terhadap elemen konstruksi yang terkena kursor atau
yang ingin diketahui parameternya tersebut.
Pada opsi Pop-up appears after, Anda bisa memasukkan
angka berapa lama (dalam detik) kotak info tag akan muncul
ketika elemen konstruksi terkena kursor atau yang ingin
diketahui parameternya.
13
8
Guide Lines
Ketika Anda mencoba untuk memulai menggambar salah
satu elemen konstruksi di ArchiCAD 10 -misalnya dinding-
Anda akan melihat ada perubahan besar yang dilakukan oleh
ArchiCAD 10. Cobalah pilih ikon dinding -tidak usah
melakukan pengaturan parameter- lalu klik sekali di lembar
kerja Floor Plan. Lihat, penggambaran Anda akan dibantu
oleh suatu bentuk sumbu yang disebut dengan Guide Lines.
Untuk lebih jelasnya silakan lihat ilustrasi gambar berikut.
Gambar 1.13. Menggambar Objek dengan Bantuan
Guide Lines
14
Ingat, tidak usah mengaktifkan snap grid. Jika Anda aktifkan,
bantuan Guide Lines tidak akan muncul. Untuk memunculkan
atau pun menonaktifkan bantuan Guide Lines ini
Anda cukup menekan ikon Guide Lines On/Off
pada panel Control Box ataupun Toolbar. Jika Anda klik
salah satunya, maka ikon yang sama di panel lainnya akan
secara otomatis mengikuti. Atau untuk lebih cepatnya, Anda
bisa menekan tombol shortcut Q pada keyboard.
Jika Anda ingin mengenal fitur Guide Lines ini lebih dalam,
klik menu Options > Work Environment > Guide Lines.
Akan muncul kotak dialog Work Environment berisi banyak
opsi parameter untuk pengaturan Guide Lines Anda, termasuk
pilihan warnanya. Anda bisa mengaktifkan atau pun
menonaktifkan opsi-opsi tersebut sesuai kebutuhan Anda.
Cara lain untuk memunculkan dengan cepat kotak dialog
Guide Lines Settings adalah dengan mengklik panah kecil di
bagian kanan ikon Guide Lines On/Off di panel Control Box.
Gambar 1.14. Memunculkan Guide Lines Settings
Misalnya jika Anda menginginkan bantuan Guide Lines yang
memandu Anda bekerja di setiap sudut 30° maka atur opsi
Show Incremental Guide Lines in increments of ke dalam
angka 30°. Maka nantinya setiap Anda bekerja menggambar
objek -misalnya dinding- Guide Lines akan muncul me15
mandu penggambaran Anda di setiap pecahan sudut 30°
(30°, 60°, 90°, 120°, dan seterusnya). Akan terdapat kotak
informasi sudut yang muncul di sebelah objek gambar Anda
di jendela Floor Plan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan
gambar berikut.
Gambar 1.15. Menggambar Objek dengan Bantuan Guide Lines
setiap 30°
Jika Anda ingin mengaktifkan atau menonaktifkan misalnya
salah satu dari opsi-opsi tersebut, Anda tinggal mengklik ikon
opsi yang bersangkutan.
Gambar 1.16. Opsi Show Incremental Guide Lines
16
9
Bekerja dengan Guide Lines
(Advance)
Lewat trik berikut, Anda akan mempelajari teknik advanced
bagaimana bekerja membuat objek yang berada pada suatu
posisi tertentu berbekal bantuan Guide Lines. Pastikan Anda
mengaktifkan ikon Guide Lines On/Off. Ikuti panduan
langkahnya sebagai berikut.
1. Gambarkan dua (2) buah dinding A dan B (tidak saling
bertemu) seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 1.17. Dua Objek Dinding
Tugas Anda adalah menggambar sebuah objek dinding
baru yang tepat berada di tengah-tengah kedua sudut
yang dibentuk oleh 2 objek dinding terdahulu. Posisi
seperti ini sering disebut sebagai angle bisector.
2. Pastikan ikon Wall Tool aktif pada panel Toolbox. Lalu
arahkan mouse mendekati dinding A terlebih dahulu.
17
Arahkan tepat di sumbu as tengah dinding. Secara
otomatis akan muncul Guide Lines berbentuk sumbu
yang lurus memanjang berwarna biru. Pelan-pelan geser
mouse mengikuti arah sumbu berwarna biru tesebut
sampai kira-kira menjauhi objek dinding. Untuk lebih
jelasnya, lihat gambar berikut.
Gambar 1.18. Posisi Menggeser Mouse
Hasilnya Anda akan mendapati sumbu Guide Lines yang
berwarna oranye yang akan terus bertahan/muncul di
bidang kerja Floor Plan sampai gambar objek dinding
baru Anda selesai dibuat.
3. Lakukan hal yang sama untuk dinding B. Hasilnya Anda
akan mendapati titik perpotongan pertemuan ke-2
ujung dinding.
18
4. Sekarang arahkan mouse ke titik pertemuan ke-2 ujung
dinding tersebut. Hasilnya Anda akan mendapati banyak
sumbu Guide Lines berwarna biru yang mengarah ke
berbagai sudut. Temukan sumbu Guide Lines yang
membentuk angle bisector yang dicari lalu dengan cepat
Anda drag mouse ke arah sumbu tersebut. Maka akan
menjadi sumbu berwarna oranye. Lihat gambar berikut.
Gambar 1.19. Menemukan Sumbu Angle Bisector
19
5. Kini Anda tinggal menarik gambar dinding dari titik
pertemuan ke-2 dinding menuju arah sumbu angle
bisector yang telah ditemukan. Perhatikan gambar
berikut. Klik dari posisi Klik 1 ke posisi Klik 2.
Gambar 1.20. Hasil Akhir Penggambaran
10
Mengukur dengan Measure Tool
Kini tidaklah sulit lagi untuk mengukur jarak dari satu objek
ke objek gambar Anda yang lain. Kalau pada versi terdahulu
Anda harus puas menggunakan Line Tool sebagai garis bantu
mengukur dengan selalu melihat ke X dan Y di panel
Coordinate Box, sekarang ArchiCAD 10 memahami betul
20
permasalahan ini. Pada versi 10 ini, diberikan fitur Measure
Tool untuk membantu Anda yang sering melakukan pengukuran
jarak antarobjek gambar.
Caranya cukup mudah dan simpel. Anda tinggal menekan
tombol M pada keyboard untuk mengaktifkan perintah
Measure Tool ini lalu klik titik awal di mana Anda ingin
memulai pengukuran dan geser mouse ke titik akhir tanpa
perlu melakukan klik. Hasilnya, Anda akan disuguhi kotak
pop-up berisi informasi jarak, sudut, dan posisi sumbu X/Y.
Gambar 1.21. Menggunakan Fitur Measure Tool
Yang lebih mempesona adalah Anda juga bisa menggunakan
Measure Tool ini langsung di jendela 3D. Metode penggunaannya
pun sama persis seperti halnya di jendela Floor
Plan. Anda cukup menekan tombol M pada keyboard. Lalu
definisikan titik awal dan akhir pengukuran. Ingat, Anda
harus selalu menekan tombol M untuk mengaktifkan fitur
ini.
21
Gambar 1.22. Fitur Measure Tool di Jendela 3D
11
Element Snap
ArchiCAD 10 menghadirkan fitur Element Snap yang telah
ditingkatkan kemampuannya sehingga akan memudahkan
Anda bekerja mengedit objek terutama dalam melakukan
perintah Move (Drag, Rotate, dan lain-lain). Element Snap
hanya akan bekerja jika Anda tidak mengaktifkan Snap Grid.
Jadi, ikon Snap Grid bebas yang harus Anda pilih di
panel Coordinate Box. Karena memang Element Snap akan
membantu Anda bekerja presisi layaknya Anda menggunakan
Snap Grid.
22
Cara kerjanya cukup mudah. Perhatikan ilustrasi gambar
berikut.
Gambar 1.23. Element Snap Aktif
Gambarkan sebuah lantai dan objek dinding tunggal seperti
terlihat pada gambar di atas. Sekarang seleksi dinding dan
gunakan perintah Drag untuk menggeser posisi dinding.
Arahkan mouse ke bagian tengah dinding lalu tarik dinding
mendekati lantai. Perhatikan di bagian ujung-ujung dinding
akan dikelilingi kotak-kotak Element Snap yang akan membantu
meletakkan objek secara presisi ke ujung bidang lantai.
Secara otomatis masing-masing kotak ini akan ditandai
dengan bentuk tebal jika Anda “menempelkannya” pada
bagian ujung objek lain.
Pada versi-versi sebelumnya Anda harus mengaktifkan Snap
Grid, jika tidak, dipastikan hasil penggeseran objek Anda
tidak akan pernah bisa presisi dan akurat.
23
12
Membuat Dinding Miring
dengan Cepat
Saat ini perkembangan desain arsitektur telah demikian maju
dengan melahirkan bentuk-bentuk desain tidak biasa
(unusual) yang keluar dari pakem/batasan-batasan desain
konvensional. Tidak hanya pada bangunan high end, trend ini
muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi bahan
yang memungkinkan lahirnya bentuk-bentuk desain baru
dan menarik, seperti bentuk miring dan irregular.
Gambar 1.24. Contoh Desain Bentuk Bangunan
Irregular
24
ArchiCAD 10 memahami betul permasalahan ini dengan
memberikan fitur dan tool baru kepada arsitek/desainer
untuk menyelesaikan bentuk kompleks bangunannya tersebut.
Kebebasan menggambar kini ada di tangan Anda.
So, sekarang pengguna ArchiCAD 10 tidak akan direpotkan
lagi dengan problem membuat dinding miring yang
mempunyai sudut tertentu. Pada kotak dialog Wall Default
Settings, ArchiCAD memberikan fitur baru berupa 4 (empat)
tombol Wall Complexity yang masingmasing
bisa digunakan untuk membuat jenis dinding yang
berbeda. Tombol pertama adalah Straight Wall yang
merupakan standar untuk membuat dinding lurus, seperti
yang selalu Anda gambarkan pada ArchiCAD versi 9 ke
bawah. Nah, untuk membuat dinding miring dengan cepat,
gunakan tombol kedua, yaitu Slanted Wall. Sebagai contoh,
coba gambarkan dinding miring Anda dengan pengaturan
parameter seperti terlihat pada gambar berikut.
Gambar 1.25. Membuat Dinding Miring
Sekarang klik mouse Anda di jendela Floor Plan, jangan lupa
pilih jenis dinding tunggal. Lalu tarik mouse searah sumbu X
dengan panjang misalnya 4 m atau 4 kotak grid. Notasi
25
dinding yang tergambar di Floor Plan akan berbeda dengan
bila Anda menggambar dinding lurus. Lihat hasil 3D-nya.
Gambar 1.26. Hasil Penggambaran 3D Dinding Miring
13
Mengubah Dinding Lurus
Menjadi Miring di Jendela 3D
Jika Anda ingin mengedit objek dinding lurus Anda menjadi
bentuk miring, ada cara cepat untuk menyelesaikannya. Anda
bisa langsung melakukannya di jendela 3D. Caranya dengan
menyeleksi objek dinding lurus tesebut terlebih dahulu,
kemudian buka kembali kotak Wall Settings, pilih ikon
Slanted Wall . Klik dan tahan mouse pada titik ujung
26
dinding yang ingin dimiringkan. Akan muncul kotak Pet
Palette berisi kumpulan ikon pengeditan, pilih tombol
Modify Angle . Sekarang lakukan penarikan ujung
dinding ke posisi miring sesuai yang diinginkan. Mudah
khan?
Gambar 1.27. Mengubah Dinding Lurus menjadi Miring
di Jendela 3D
27
Gambar 1.28. Dinding Lurus
Gambar 1.29. Dinding Miring
28
14
Membuat Jendela Miring
dengan Cepat
Jika Anda sudah bisa membuat dinding miring dengan cepat,
sekarang tantangannya adalah bagaimana membuat jendela
miring dengan cepat pula. Bahkan Anda akan langsung
menggambarkannya di jendela 3D dengan cara yang cukup
mudah dan ampuh. Pilih jenis jendela W1 Casement Hdiv 10
pada folder Casement Windows 10. Ikuti pengaturan
parameternya seperti terlihat pada gambar berikut.
Gambar 1.30. Mengatur Parameter Jendela Miring
29
Untuk membuat jendela miring tentu saja harus pada objek
dinding yang miring pula. Jadi, jendela tersebut mengikuti
bentuk dinding miring yang telah Anda buat sebelumnya.
Yang terpenting untuk bisa membuat jendela miring tersebut
adalah mengaktifkan pilihan Associated to Wall pada bagian
opsi Opening Plane seperti terlihat pada gambar di atas.
Secara otomatis jendela yang Anda gambarkan akan langsung
mengikuti bentuk dinding miring. Jika pilihan Anda adalah
vertikal, jendela tersebut akan tergambar tegak lurus seperti
biasa.
Jika pengaturan parameter sudah selesai, Anda cukup
membuka tampilan perspektif kemudian arahkan mouse ke
bagian dinding yang miring. Cukup lakukan klik di bagian
dinding tersebut sebanyak jumlah jendela yang Anda
inginkan. Sebagai contoh dalam ilustrasi berikut digambarkan
dua (2) buah jendela miring.
Gambar 1.31. Hasil Penggambaran Jendela Miring
30
15
Membuat Kolom Miring
Tidak hanya dinding dan jendela yang bisa Anda buat miring,
kolom juga demikian. ArchiCAD 10 menghadirkan opsi
Slanted untuk membuat objek kolom yang memiliki
kemiringan sudut tertentu. Masukkan nilai untuk sudut
kemiringan ini sesuai yang diinginkan. Nilai yang Anda
masukkan harus antara 1° sampai 90°.
Anda juga bisa mengedit objek kolom lurus menjadi miring
langsung di jendela 3D. Prinsipnya sama seperti mengubah
dinding lurus menjadi miring seperti pembahasan Trik 12 di
atas. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.
Gambar 1.32. Mengaktifkan Opsi Slanted Column
31
Gambar 1.33. Mengubah Kolom Lurus menjadi Miring
Gambar 1.34. Hasil Akhir Bentuk Kolom Miring
32
16
Membuat Balok Miring
Melengkapi kemampuan Dinding, Kolom, dan Jendela yang
bisa dibuat miring, elemen konstruksi balok juga bisa Anda
buat menjadi miring. Caranya sangat mudah. Anda cukup
memilih opsi Inclined dalam kotak dialog Beam
Settings sesaat sebelum memulai menggambar balok.
Anda juga bisa membuat balok dengan bentuk profile sesuai
keinginan dengan memilih opsi Profile . Untuk lebih
jelasnya, silakan Anda melihat ilustrasi gambar berikut.
Gambar 1.35. Membuat Balok Profile dengan Bentuk
Miring
33
17
Membuat Dinding Double Slanted
Dengan jenis dinding Double Slanted Wall Anda bisa
membuat kedua sisi dinding menjadi bentuk yang samasama
miring. Sudut kemiringannya pun bisa diatur saling
berbeda untuk sisi yang satu dengan lainnya. Umumnya
bentuk double slanted ini banyak dipakai untuk membuat
bentuk pondasi bangunan. Atau pun juga jika Anda memang
merencanakan desain suatu bangunan yang menggunakan
bentuk dinding dengan dua sisi yang miring.
Untuk lebih memudahkan pemahaman Anda, coba buat
dinding double slanted ini dengan pengaturan parameter
seperti terlihat pada gambar berikut. Sekarang gambarkan
dinding double slanted Anda di jendela Floor Plan dan lihat
hasil penggambarannya di jendela 3D.
Gambar 1.36. Mengatur Parameter Dinding Double
Slanted
34
Gambar 1.37. Contoh Penggambaran 3D Dinding
Double Slanted
.
Gambar 1.38. Bentuk Pondasi dari Penggambaran
Double Slanted
35
Parameter Double Slanted Wall -pada bagian tinggi dan lebar
dinding- juga akan bekerja secara pintar dengan mengunci
pada angka maksimal walaupun Anda coba mendefinisikan
dengan angka lain yang lebih tinggi.
18
Membuat Dinding Complex
Dengan jenis dinding Complex Wall , Anda bisa
membuat bentuk-bentuk dinding yang jauh lebih kompleks
lagi.Misalnya bentuk lengkung, list/relief, dan lainnya.
Gambar 1.39. Contoh Bentuk Dinding Lengkung
36
Untuk membuat bentuk dinding lengkung seperti terlihat
pada gambar di atas, caranya cukup sederhana. Ikuti urutan
langkahnya sebagai berikut.
1. Seleksi objek dinding Anda sebelumnya.
2. Buka kotak dialog Wall Settings di panel Info Box, lalu
pilih ikon Complex Wall .
3. Lanjutkan dengan membuka roll-out Floor Plan and
Section dan klik panah kecil di sebelah kiri opsi
Structure.
4. Klik opsi Profile. Akan muncul kotak panah kecil di sisi
kanannya. Klik kotak panah ini. Secara otomatis akan
muncul banyak pilihan bentuk profile yang bisa
diterapkan ke dalam bentuk dinding Anda lengkap
dengan info ukuran/dimensinya serta tampilan previewnya.
5. Klik pilihan Two Story Bent Wall. Dan lihat kini objek
dinding Anda telah berubah bentuk menjadi lengkung.
Gambar 1.40. Mengakses Custom Profile
37
Gambar 1.41. Pilihan Custom Profile
19
Memodifikasi Bentuk Profile
Jika tidak puas dengan tampilan bentuk-bentuk profile yang
disediakan secara default oleh ArchiCAD 10, Anda masih
diberi kebebasan untuk memodifikasi bentuk profile tersebut
sesuai yang diinginkan. Caranya cukup praktis. Yang Anda
butuhkan adalah kotak Profile Manager. Di sini Anda bisa
mendefinisikan atau memodifikasi secara detil bentuk profile
baru Anda.
Ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut.
38
1. Klik menu Design > Complex Profile > Profile
Manager.
2. Akan muncul kotak dialog di mana Anda bisa mengelola
Profile Anda sendiri. Ada banyak pilihan default
ArchiCAD yang bisa Anda modifikasi sesuai keinginan.
Gambar 1.42. Kotak Profile Manager
3. Sebelum mulai memodifikasi, pilih terlebih dahulu
bentuk profile-nya dengan mengklik pada menu pop-up
39
di bagian Choose Profile. Sebagai contoh bahan modifikasi
kita, pilih bentuk profile Two Story Bent Wall
(jenis lengkung).
4. Jika Anda tetap ingin membiarkan bentuk profile
aslinya, klik kotak Duplicate untuk menduplikasi bentuk
profile asli tersebut. Nantinya Anda akan bekerja memodifikasi
bentuk terhadap profile duplikasi ini. Jadi,
bentuk profile asli tetap utuh, tidak diganggu-ganggu
dan tidak “rusak”.
5. Ketika kotak Duplicate telah diklik, yang akan muncul
adalah jendela Custom Profile - Profile Editor. Di sini
Anda akan bekerja memodifikasi bentuk profile Anda
sebelumnya. Gunakan kombinasi tombol-tombol di
kotak Pet palette untuk mengubah bentuk profile baru
Anda ini.
Gambar 1.43. Kotak Pet Palette untuk Memodifikasi
Profile
40
6. Langkah modifikasi yang akan kita coba adalah mencerminkan
profile terhadap sumbu y (vertikal) dengan
perintah Mirror.
7. Jika sudah, klik kotak Store Profile . Akan
muncul kotak dialog Add Profile. Ketikkan nama profile
hasil modifikasi Anda ini. Klik tombol OK. Secara
otomatis, nama profile ini akan masuk dalam daftar jenis
profile. Terakhir, tutup kotak dialog Profile Manager.
8. Untuk mengaplikasikannya ke dalam project gambar
Anda, tinggal lakukan seleksi terhadap dinding yang
dimaksud lalu buka kotak Wall Settings dan pilih bentuk
profile modifikasi ini. Lihat hasilnya di jendela 3D.
Gambar 1.44. Hasil Aplikasi Profile Modifikasi
41
20
Membuat Bentuk Profile Sendiri
Jika ternyata Anda masih belum puas dengan modifikasi
profile yang telah dilakukan dengan Trik 19 di atas, Anda
masih bisa membuat bentuk profile sendiri sesuai keinginan.
Caranya pun masih sangat praktis, tidak berbelit-belit dan
tanpa tambahan perintah apa pun atau “tools” lainnya. Yang
Anda butuhkan, lagi-lagi masih kotak Profile Manager.
Ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut.
1. Klik menu Design > Complex Profile > Profile
Manager.
2. Akan muncul kotak dialog Profile Manager. Klik kotak
New.
3. Muncul jendela Custom Profile - Profile Editor dalam
keadaan kosong, tanpa gambar apa pun. Di sini Anda
akan bekerja membuat pola cetakan untuk bentuk
profile yang baru sesuai kreasi sendiri menggunakan
perintah Line, Arc/Circle, maupun Spline Tool.
4. Jika sudah selesai dan cukup puas dengan hasilnya,
sekarang klik Fill Tool untuk “diisikan” ke dalam bentuk
profile Anda. Tanpa “mengisi” dengan Fill Tool, bentuk
profile Anda yang baru ini tidak akan dapat didefinisikan.
Jika bentuk profile telah “terisi” dengan Fill
secara otomatis kotak Store Profile akan
aktif.
5. Klik kotak Store Profile ini. Akan muncul kotak dialog
Add Profile. Ketikkan nama profile kreasi Anda ini. Klik
tombol OK. Secara otomatis, nama profile baru ini akan
42
masuk dalam daftar jenis profile. Terakhir, tutup kotak
dialog Profile Manager.
6. Untuk mengaplikasikannya ke dalam project gambar
Anda, tinggal lakukan seleksi terhadap dinding yang
dimaksud lalu buka kotak Wall Settings dan pilih bentuk
profile modifikasi ini. Lihat hasilnya di jendela 3D.
Gambar 1.45. Membuat Bentuk Profile Sendiri
Gambar 1.46. Profile Kreasi Sendiri akan Masuk dalam
Daftar Profile
43
Gambar 1.47. Hasil Aplikasi Profile Kreasi Sendiri
21
Main Grid di Jendela Profile Editor
dan Floor Plan
Ada hal kecil yang terlihat sepele di jendela Profile Editor,
namun jika Anda tidak teliti, maka Anda akan bingung
dibuatnya. Apakah hal sederhana itu? Jawabnya adalah Main
Grid. Main Grid akan muncul di jendela Floor Plan dan
Profile Editor. Gunanya sebagai garis bantu layaknya kertas
milimeter block pada penggambaran manual yang akan
membantu ketepatan gambar Anda.
Untuk mengakses Main Grid, klik menu View > Grid
Options > Grids & Background. Sebelumnya atur dulu
44
satuan gambar Anda ke dalam meter melalui menu Options
> Project Preferences > Working Units & Level. Definisikan
angka 1 pada Main Grid, baik ke arah sumbu horizontal
maupun vertikal agar nantinya tiap 1 kotak grid mewakili
ukuran 1 meter.
Namun, perlu diketahui bahwa Main Grid yang muncul bisa
berbeda antara di jendela Floor Plan dengan Profile Editor.
Ketika yang aktif jendela Profile Editor, Anda bisa mendefinisikan
Main Grid yang berbeda dengan Main Grid di
Floor Plan. Demikian sebaliknya. Jadi, jangan terkejut bila
Anda menemui tinggi profile dinding complex Anda berbeda
antara di jendela Profile Editor dengan di Floor Plan.
Gambar 1.48. Main Grid Berbeda pada Floor Plan dan
Profile Editor
45
22
Menggambar Bentuk Dinding Bak
Mungkin Anda ada yang bertanya-tanya bagaimana membuat
bentuk dinding bak sederhana. Sebenarnya teknik
membuat objek dinding seperti ini pada prinsipnya sudah
dipaparkan pada Trik 18 di atas.
Intinya gunakan bentuk dinding Complex Wall dan pilih
jenis profile Two Story Bent Wall. Kalau bentuk profile ini
tidak ada dalam daftar (list) profile, Anda harus membuatnya
terlebih dahulu dengan langkah-langkah seperti pada Trik 20
di atas. Ingat untuk mengubah ketinggiannya, edit profile
tersebut melalui jendela Profile Editor.
Gambar 1.49. Menggambar Bentuk Dinding Bak
Sederhana
46
23
3D Zones Menyesuaikan Bentuk
Dinding Complex
ArchiCAD 10 menyediakan fitur 3D Zones yang dengan
cerdas dapat menyesuaikan tingginya sesuai dengan volume
bentuk dindingnya bahkan dinding complex sekalipun.
Caranya cukup mudah. Gambarkan objek dinding Anda.
Lalu “isi” dengan zone. Gunakan pilihan Inner Edge
di panel Info Box. Lalu klik 2 kali di bagian dalam dinding.
Secara otomatis muncul informasi luas area dan tinggi zone.
Gambar 1.50. Mengedit 3D Zone langsung di Jendela
3D
47
24
Warna Material dan Pencahayaan
pada Jendela Sections/Elevations
Selain fitur Wall Complexity yang sangat berguna untuk
mencapai kebebasan modeling, ada terobosan besar lain yang
dihadirkan di versi 10 ini. Yaitu kemampuan menerapkan
warna material/tekstur dan jatuhnya cahaya matahari pada
bangunan langsung di jendela Sections/Elevations. Sehingga
hasil akhir gambar tampak dan potongan Anda akan benarbenar
terlihat “hidup” dan menarik layaknya sebuah presentasi
gambar 3D.
Pada versi ArchiCAD yang lebih rendah, Anda hanya bisa
menerapkan pola arsiran (fill) pada jendela Section/Elevation
ini. Jika Anda penasaran dengan teknik ini, ikuti pengaturan
parameternya di kotak dialog Sections/Elevations Settings
seperti terlihat pada gambar berikut.
Gambar 1.51. Mengatur Parameter Warna Material dan
Shading di Jendela Sections/Elevations
48
Jika sudah selesai dengan pengaturan parameter di atas, klik
tombol OK dan lihat hasil akhir gambar tampak/potongan
Anda ini dengan mengklik bagian sections/elevations di panel
Navigator.
Gambar 1.52. Gambar Tampak yang Lengkap dengan
Warna Material dan Jatuhnya Pembayangan dari Sinar
Matahari
Jika hasil warna material dan jatuhnya pembayangan sinar
matahari belum terlihat di jendela Sections/Elevations, Anda
perlu melakukan perintah Rebuild untuk menampilkan
progress/hasil kerja dari langkah terakhir yang Anda lakukan.
Caranya cukup klik kanan mouse pada tulisan Tampak atau
pun Potongan Anda di panel Navigator. Akan muncul
banyak opsi, pilih Rebuild Section/Elevation.
49
25
Distorted Fill
Distorted Fill adalah fitur baru di ArchiCAD 10 yang bisa
Anda gunakan untuk membuat variasi bentuk pola arsiran
pada denah. Dengan fasilitas Distorted Fill ini, Anda bebas
mendefinisikan bentuk pola arsiran (fill) baru yang akan
memperkaya tampilan denah Anda.
Gambar 1.53. Perbedaan Opsi Pola Arsiran (Fill)
Gambar 1.54. Pilihan Distorted Fill
50
Untuk membuat pola arsiran Distorted Fill, caranya cukup
mudah. Ikuti panduan langkah-langkahnya sebagai berikut.
1. Buat objek ruang atau kurva tertutup Anda. Bisa menggunakan
Wall Tool, Slab, Line, Polyline, dan lain-lain.
2. Klik ikon Fill Tool pada panel Toolbox. Ikuti
pengaturan opsinya seperti terlihat pada gambar berikut.
Gambar 1.55. Mengatur Opsi Distorted Fill
3. Pada pilihan Geometry Methods di panel Info Box, pilih
jenis Rectangular .
4. Tarik Fill memenuhi ruangan ataupun kurva tertutup
Anda.
5. Pola Fill Anda belum selesai tergambar. Sekarang bentuk
kursor Anda akan berubah menjadi seperti ini .
Klik mouse dan tarik ke sudut tertentu untuk menentukan
arah sumbu 1. Lanjutkan dengan menarik mouse
51
ke sudut yang lain untuk menentukan arah sumbu 2.
Perhatikan gambar berikut.
Gambar 1.56. Menggambar Distorted Fill
26
Mengubah Distorted Fill
Trik berikut melanjutkan pembahasan tentang Distorted Fill
yang telah dibahas pada Trik 25 sebelumnya. Sekarang
permasalahannya adalah bagaimana jika Anda telah membuat
pola arsiran Distorted Fill, namun ternyata kemudian
Anda kurang puas dengan hasil akhirnya? Apakah Anda
harus menghapus pola Distorted Fill ini dan mengulang
menggambar yang baru?
Jawabannya adalah tidak. Anda cukup melakukan pengeditan
terhadap pola arsiran Distorted Fill Anda. Yang perlu Anda
lakukan adalah mengubah arah sumbu dari Distorted Fill ini.
Ikuti caranya sebagai berikut. Aktifkan ikon Arrow Tool di
52
panel Toolbox kemudian lakukan seleksi terhadap Distorted
Fill yang dimaksud. Lalu geser mouse ke sumbu yang ingin
diubah. Lanjutkan dengan menariknya ke arah baru yang
diinginkan. Lihat gambar berikut.
Gambar 1.57. Mengedit Pola Distorted Fill
Yang perlu Anda perhatikan adalah ketika melakukan penggeseran
sumbu lama ke arah baru yang diinginkan, aktifkan
pilihan Move sub-element di kotak Pet palette yang muncul
di lembar Floor Plan. Lihat kembali gambar di atas.
53
27
New Fill Option: Linear Gradient
ArchiCAD 10 memperkenalkan fitur baru Gradient Fill yang
akan membantu Anda menciptakan tampilan hasil akhir
yang sangat menarik dan representatif. Anda bisa memanfaatkan
fitur baru ini untuk membuat tampilan latar
belakang (background) yang menarik dengan bentuk dan
corak warna-warna gradient. Biasanya Anda membutuhkan
program grafis tambahan semisal Photoshop atau Corel-
DRAW untuk bisa membuat tampilan efek gradient seperti
ini.
Gambar 1.58. Menampilkan Pilihan Linear dan Radial
Gradient Fill
Anda juga bisa menerapkan efek warna gradien ini pada
layout denah sehingga terlihat lebih cantik dan hidup.
54
Ada dua pilihan Gradient Fill yang bisa Anda gunakan, yaitu
Linear dan Radial Gradient Fill. Pilihan Radial Gradient Fill
akan dibahas pada Trik 28 selanjutnya.
Untuk membuat tampilan efek Linear Gradient Fill, ikuti
langkah-langkahnya sebagai berikut.
1. Pilih Linear Gradient Fill dan tentukan warna-warna
yang diinginkan untuk efek Gradient-nya. Lihat contoh
pengaturannya pada gambar berikut.
Gambar 1.59. Memilih Warna-Warna untuk Linear
Gradient Fill
2. Buka tampilan Section/Elevation gambar Tampak
Depan bangunan Anda karena kita ingin menerapkan
efek gradien ini pada gambar tampak. Jika Anda belum
membuatnya, buatlah terlebih dahulu menggunakan
Section/Elevation Tool di panel
Toolbox.
3. Aktifkan pilihan Rectangle Fill di panel Info Box.
4. Perhatikan gambar di bawah ini. Klik mouse pada posisi
Klik 1 dan akhiri dengan mengklik pada posisi Klik 2.
55
Gambar 1.60. Menggambar Linear Gradient Fill
5. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut.
Gambar 1.61. Hasil Penggambaran Linear Gradient Fill
Hasil penggambaran Linear Gradient Fill ini belum selesai
karena arah efek gradien yang diharapkan adalah sejajar
sumbu X-horizontal bukan searah sumbu Y-vertikal seperti
56
terlihat pada gambar di atas. Kini tugas Anda mengedit arah
sumbu Linear Gradient Fill ini. Lanjutkan langkah 6 berikut.
6. Seleksi Linear Gradient Fill menggunakan Arrow Tool
di panel Toolbox.
7. Amati tepat di bagian tengah terlihat sumbu Linear
Gradient Fill Anda. Klik dan tahan mouse tepat di ujung
sumbu ini sebelah kanan (Klik 1), pilih perintah Move
Sub-Element pada kotak Pet palette yang muncul. Lalu
tarik sumbu tersebut tegak lurus ke bawah (Klik 2).
Untuk lebih jelasnya, ikuti petunjuk gambar berikut.
Gambar 1.62. Mengedit Sumbu Linear Gradient Fill
57
Gambar 1.63. Hasil Akhir Pengeditan Sumbu Linear
Gradient Fill
28
New Fill Option: Radial Gradient
Prinsip membuat efek Radial Gradient Fill sama persis
dengan membuat Linear Gradient Fill seperti pembahasan
pada Trik 27 di atas. Bedanya tentu saja Anda harus mengaktifkan
pilihan Radial Gradient Fill. -
Ikuti urutan langkahnya mulai dari langkah 1 sampai dengan
4 sesuai Trik 27 di atas. Jangan kaget jika Anda belum melihat
efek dari warna Radial Gradient Fill yang diharapkan. Ini
karena sumbu Radial Gradient tersembunyi dibalik objek
gambar Anda. Tugas Anda adalah memindahkan sumbu
Radial ini ke posisi pojok kanan atas. Ikuti petunjuk gambar
berikut.
58
Gambar 1.64. Posisi Memindahkan Sumbu Radial
Gradient Fill
Jika sudah selesai memindahkan sumbu Radial, Anda akan
melihat efek warna Radial Gradient yang belum maksimal.
Ini karena sumbu Radial yang ada terlalu kecil bentuknya
sehingga efek warna Radial yang dihasilkannya pun minimum.
Tugas Anda berikut adalah membesarkan ukuran sumbu
radial ini dengan cara menarik lingkaran luar dan lingkaran
dalam sumbu menjadi bentuk yang lebih besar lagi sehingga
efek warna Radial akan muncul optimal. Untuk melakukannya
lihat acuan ilustrasi gambar di bawah ini.
59
Gambar 1.65. Mengedit Ukuran Sumbu Radial
Gambar 1.66. Hasil Akhir Pengeditan Sumbu Radial
60
29
New 3D Window Display
ArchiCAD 10 punya opsi baru untuk menampilkan elemen
konstruksi di jendela 3D. Untuk shorcut cepat berpindah ke
jendela 3D, tekan tombol F3. Sedangkan untuk kembali ke
jendela Floor Plan, tekan tombol F2.
Jika Anda melakukan seleksi marquee terhadap area gambar
tertentu di lembar kerja Floor Plan, dan untuk melihat
tampilan 3D-nya, tekan tombol F5. Maka yang tertampil
hanyalah elemen-elemen yang Anda batasi dengan seleksi
marquee. Jika Anda ingin melihat semua elemen konstruksi,
tekan kombinasi tombol Ctrl+F5.
30
3D Navigasi Layaknya
Bermain Game
Kini fitur baru paling menyenangkan hadir di rilis terbaru
ArchiCAD, yaitu kemampuan untuk menjelajah objek-objek
di jendela 3D layaknya Anda bermain game. Tentu ini kabar
bagus terutama buat Anda yang gemar bahkan maniak
bermain game. -
AchiCAD 10 memperkenalkan fitur 3D Explore Mode. Anda
pasti akan terkagum-kagum dengan kemampuan navigasi
seperti ini karena akan sangat membantu untuk menjelajah
interior bangunan maupun menelusuri bentuk eksteriornya
sesuka hati Anda. Namun, ingat fitur Explore ini hanya
bekerja dalam mode Perspective. Untuk menguji kemam61
puan fitur ini, Anda bisa langsung mengakses Menu View >
Explore Model atau menekan ikon Explore di bagian
bawah Display Views jendela 3D.
Sesaat setelah mengaktifkan fitur Explore akan muncul kotak
3D Explore Information yang akan menyuguhkan informasi
seputar tombol-tombol keyboard apa saja yang tersedia dan
bisa digunakan untuk menjelajah bangunan 3D Anda.
Namun, ada yang penting untuk diketahui. Jika Anda menggunakan
pilihan Internal Engine pada tampilan jendela 3D
Anda, kemampuan fitur Explore tidak akan berjalan optimal.
Disarankan Anda untuk memilih engine lain, yaitu OpenGL.
Akhirnya permasalahan spesifikasi hardware komputer yang
Anda miliki akan sangat berpengaruh untuk kemampuan
maksimal memainkan fitur Explore ini.
Kotak Warning yang muncul akan terlihat seperti gambar
berikut. Jika Anda ingin tetap melanjutkan, tekan tombol
Explore Anyway.
Gambar 1.67. Kotak Warning Ketika Internal Engine
Aktif
Jika Anda ingin mengganti engine yang digunakan untuk
tampilan 3D-nya, Anda bisa mengakses menu View > 3D
View Mode > OpenGL 3D Engine.
62
Gambar 1.68. Mengubah Engine 3D
Gambar 1.69. Navigasi 3D dengan Fitur Explore
63
Gambar 1.70. Kotak 3D Explore Information